Sabtu, 26 Mei 2012

Klasifikasi Skripsi jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

PENDAHULUAN
penelitian atau riset adalah terjemahan dari bahasa inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah berasal dari bahasa Perancis recherch√©. Intinya hakekat penelitian adalah "mencari kembali". Adapun pengertiannya, penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pengujian yang dilakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu.

Salah satu contoh penelitian yang sering dilakukan dalam dunia pendidikan khususnya diperguruan tinggi adalah skripsi. Apa yang muncul dikepala kita jika mendengar kata Skripsi? Mendengar kata-kata skripsi banyak hal yang langsung muncul dikepala kita, mungkin yang muncul adalah penelitian, sarjana, kuliah, semester akhir, lulus kuliah dan lain sebagainya. Skripsi memang erat sekali hubungannya dengan dunia pendidikan terutama perguruan tinggi, bahkan skripsi merupakan syarat mutlak yang wajib dilakukan untuk mendapatkan gelar sarjana di perguruan tinggi.
Teknologi pendidikan adalah bidang ilmu yang memiliki misi besar dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja yang menggunakan pendekatan sistemati dan sistemik (menurut AECT, 2008). Melihat misi yang masih terlalu luas, maka di Universitas Negeri Jakarta, jurusan Teknologi Pendidikan dibagi menjadi tiga konsentrasi/peminatan yaitu konsentrasi media pembelajaran, pengelolaan pembelajaran serta teknologi kinerja. Dari ketiga konsentrasi diatas, sudah banyak sekali dihasilkan skripsi-skripsi yang berhubungan dengan misi besar teknologi pendidikan menurut AECT 2008 tersebut. Penelitian di ketiga konsentrasi tersebut banyak menghasilkan penelitian tentang pengembangan produk, evaluasi, pelatihan atapun penelitian tindakan kelas.
Untuk menghindari agar penelitian yang sudah pernah dilakukan tidak dilakukan kembali, maka kita perlu mengetahui gambaran peta skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan. Untuk mengetahui gambaran peta skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan, maka penulis melakukan survey mengenai jenis penelitian apa saja yang ada di jurusan Teknologi Pendidikan khususnya pada konsentrasi media pembelajaran. Survey ini dilakukan juga agar penulis mengetahui penelitian apa yang masih jarang dilakukan ataupun yang sering dilakukan oleh alumni, agar calon penulis skripsi nanti dapat menjadikan ini sebagai ukuran atau pedoman agar mereka dapat mengeskplor pengetahuannya lagi dalam melakukan penelitian ataupun menyusun skripsi, serta tidak melakukan lagi penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Data yang kami kumpulkan melalui studi pustaka, yaitu mengambil sampel berupa skripsi-skripsi di jurusan Teknologi Pendidikan UNJ dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2007-2012). Berdasarkan data yang kami diperoleh ada sekitar (berapa buah) buah skripsi dari ketiga konsentrasi. (berapa buah) skripsi tersebut masing-masing terdiri dari (berapa buah) skripsi tentang media pembelajaran, (berapa buah) skripsi tentang Pengelola Program Pembelajaran, dan (berapa buah) Skripsi tentang Teknologi Kinerja. Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan disajikan hasil pengolahan data jenis skripsi yang telah ditulis oleh alumni di jurusan Teknologi Pendidikan.

PEMBAHASAN
Khusus untuk konsentrasi media pembelajaran, banyak sekali skripsi-skripsi baik dari penelitian pengembangan, evaluasi, pemanfaatan media ataupun jenis penelitian lainnya yang sudah dihasilkan oleh mahasiswa teknologi pendidikan.
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Educatikan pada tahun 2007, on Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.


Penulis sudah melakukan pengumpulan data  kumpulan skripsi mahasiswa teknologi pendidikan berkonsentrasi media pembelajaran. Berikut adalah rinciannya :


NO
JUDUL SKRIPSI
TAHUN
NAMA PENELITI
MASALAH PENELITIAN
JENIS PENELITIAN
ALASAN
1
Pemanfaatan web “forum TKJ” sebagai sumber belajar di SMK Negeri 22 Jakarta
2011
Sarah Lifdiana
Bagaimana pemanfaatan web forum TKJ SMK N 22 JAKARTA sebagai sumber belajar siswa jurusan TKJ?

-          deskriptif eksploratif
-          Kualitatif
-          Lapangan
-          Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan informasi mengenai status gejala pada saat penelitian dilakukan, menggambarkan apa adanya tentang suatu gejala atau keadaan.
-          Peniliti ingin mengukur sejauh mana efektifitas pemanfaatan web “forum TKJ” sebagai sumber belajar di SMK Negeri 22 Jakarta
-          Peniliti melaksanakann penelitiannya di SMK 22 sebagai penelitiannya
-          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan
2
Evaluasi media CAI (Computer Assisted Instruction) mata pelajaran biologi kelas x produksi pustekom
2011
Edi Ruchiyat
Apakah produk pembelajaran yang dihasilkan pustekom efektif untuk pembelajaran?
-          Kualitaif
-          Penelitian evaluasi
-          Sebab peneliti ingin melihat kualitas media CAI mata pelajaran biologi yang di produksi Pustekom dengan karakteristik CAI yang efektif
-          Sebab ingin mengevaluasi kualitas media CAI yang dibuat oleh pustekom
-          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan
3.
Pengembangan  modul elektronik  sebagai sumber belajar untuk matakuliah multimedia design
2011
Ananda Gunadharma
Bagaimanakah produk pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan asil belajar terhadap matakulliah multimedia design?
-          pengembangan karya inovatif
-          penelitian lapangan
-          Karena bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan sebuah produk
-          Karena penelitian tersebut dilakukan untuk mengadakan percobaan dan penyempurnaan pada media yang dibuat
-          Karena menjadikan IDS sebagai objek penelitian
4.
Pengembangan video pembelajaran sains (sifat kehantaran panas dari berbagai benda) untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar
 2011
 Yusri
Bagaimanakah produk pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan asil belajar terhadap mata pelajaran IPA?
-          Pengembangan
-          Kualitatif
-          Memberikan gambaran yang menyeluruh tentang bagaimana mengembangkan sebuah video pembelajaran
-          Menciptakan suatu produk guna mengatasi permasalahan yang diteliti
-          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan
5.
Pengembangan komik berwarna sebagai pembelajaran sejarah sekolah menengah pertama kelas 3
2009
Riana Maulana
-          Kurangnya minat membaca siswa terhadap buku pelajaran sehingga dapat menyebabkan lemahnya wawasan dan pemahaman siswa terhadap suatu bidang ilmu
-          Kebanyakan buku pelajaran sejarah disajikan secara tekstual, minim ilustrasi, dan desain yang sederhana
-          Pengembangan
-          Kualitatif
-          Mengembangkan produk pembelajaran berupa komik bewarna
-          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan
6.
Pengembangan video pembelajaran untuk pengenalan fotografi digital
2007
Bayu mahesa subagdja
-          Kurangnya pemahaman atas berbagai fitur dan kecanggihan yang dimiliki oleh kamera digital membuat para pembelajar cenderung lebih menyukai pemakaian kamera analog dalam proses pembelajaran
-          Pengembangan
-          Kualitatif
-          Penelitian bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan sebuah prototipe media video yang mempunyai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara spesifik dan terukur.
-          Peneliti mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan
7.
Pengembangan Video pembelajaran tentang seni melipat kertas (Origami)
2007
Endah Tri Utami
-          Media yang terbatas dalam matakuliah motorik halus pada materi origami
-          Buku origami masih kurang memenuhi rasa ingin tahu dan memperdalam keterampilan origami mahasiswa
-          Mata kuliah motorik harus memiliki subtopic yang terlampau banyak namun waktu pengajaran sangat sedikit
-          Pengembangan
-          lapangan
-          dikatakan pengembangan sebab peneliti mengembangkan sebuah produk berupa video yang berfungsi untuk menanggulangi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa PAUD
-          Peneliti menjadikan PAUD FIP UNJ sebagai objek penelitian


Dari hasil pengumpulan data  mengenai data  kumpulan skripsi mahasiswa teknologi pendidikan berkonsentrasi media pembelajaran, maka akan di gambarkan melalui grafik seperti ini :



 Berdasarkan diagram diatas dapat disimpulkan bahwa dari tujuh skripsi yang diambil datanya secara acak dapat disimpulkan terdapat 2 skripsi yang dikeluarkan pada tahun 2007, satu skripsi tahun 2009 , dan yang terbanyak yaitu pada tahun 2011 sebanyak 4 skripsi.
Dari 7 skripsi tersebut mempunyai jenis penelitian yang berbeda-beda, penggambarannya dapat dilihat pad grafik berikut :




Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian media yang paling banyak digunakan dalam skripsi mahasiswa teknologi pendidikan yaitu jenis penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan mempunyai data sejumlah 5 skripsi dan setara dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian pengembangan merupakan penelitian dimana mahasiswa membuat suatu produk kemudian di evaluasi kualitasnya apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD/SMP atau target atau belum. Di setiap skripsi mahasiswa tidak hanya memakai satu jenis penelitian saja tetapi bisa lebih dari satu dilihat dari tujuannya, ragamnya, tempatnya dan lain sebagainya.

KESIMPULAN
Begitu pentingnya seorang mahasiswa mengklasifikasikan atau mengkategorikan skripsi-skripsi yang sudah dibuat oleh kakak kelas mereka. Mengapa demikian? Hal ini dimaksudkan agar tidak adanya kesamaan judul atau masalah dalam membuat skripsi.
Skripsi yang sudah dibuat oleh mahasiswa teknologi pendidikan khususnya konsentrasi media pembelajaran umumnya skripsi berjenis pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan penelitian dimana mahasiswa membuat suatu produk kemudian di evaluasi kualitasnya apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD/SMP atau target atau belum.
Dengan adanya pengklasifikasisan in diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mencari judul skripsi ataupun masalah yang akan diangkat untuk dijadikan penelitiannya, khususnya mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.

Selasa, 15 Mei 2012

Penelitian Pembelajaran Berbasis Komputer


Pendahuluan
Pada 1980-an, tidak ada satupun media pembelajaran atau obyek pembelajaran yang diproduksi memperhatikan kesenangan dalam pelaksanaan pendidikan dasar dan menengah seperti halnya yang dilakukan oleh computer. Selama dekade terakhir, jumlah mikrokomputer di sekolah telah meningkat hampir 50 kali lipat dari sekitar 50.000 menjadi sekitar 2.400.000. Akibatnya, banyak kegiatan penelitian saat ini dilakukan pada teknologi dalam pendidikan yang terkonsentrasi pada computer.
Penelitian ini difokuskan pada penggunaan komputer dalam bidang pendidikan. Dimulai dengan klarifikasi terminologi saat ini di lapangan, kemudian pindah ke diskusi tentang berbagai variasi sistem untuk mengkonsep dan mengkategorikan penggunaan komputer dalam pendidikan. Tinjauan penelitian ini dimulai dengan penjelasan dari dua studi tinjauan berskala besar, kemudian menyajikan hasil studi di daerah tertentu. Disertai pula dengan dua penelitian deskriptif utama, seperti saran untuk kemajuan masa depan dalam penelitian CBL.

Pembahasan
Dengan adanya peningkatan dalam pentingnya komputer dalam pendidikan telah muncul beberapa kontroversi mengenai terminologi untuk menggambarkanya, yaitu CAI (computer assisted instruction), CBI (computer based instruction), CBL  (computer based learning), CBE (computer based education) and CAL (computer assisted learning).

CAI (computer assisted instruction)
Komputer hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu yang keberadaannya terprogram khusus untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Peran guru tidak semuanya dihilangkan dan komputer hanya beperan sebagai pendamping guru dalam menyampaikan materi. semua digunakan untuk menggambarkan aplikasi komputer dalam pendidikan

CBI (Computer Based Instruction)

Bisa dilihat dari namanya, Computer Based Instruction merupakan pembelajaran yang berbasis komputer. Komputer di sini berperan sebagai inti utama dalam pembelajaran. Transfer materi pelajaran kepada siswa dilakukan melalui komputer. Pada Computer Based Instruction ini siswa berperan lebih aktif dalam mempelajari materi pelajaran yang telah didesain dalam komputer.
CBL (computer based learning)

Komputer sebagai sarana utama yang mengkomunikasikan materi kepada siswa namun keberadaanya tidak dirancang khusus untuk pembelajaran

CBE (Computer Based Education)

Semua kegiatan pendidikan, baik yang sengaja dirancang untuk pembelajaran maupun yang serta merta namun bersifat mendidik yang memanfaatkan media komputer.
CAL (computer assisted learning)
Komputer hanya dimanfaatkan sebagai alat bantu yang keberadaannya tidak terprogram khusus untuk pembelajaran.


CBL saat ini menjadi istilah paling sesuai yang menggambarkan semua pembelajaran siswa yang berhubungan dengan komputer. Istilah ini dianggap lebih sesuai sebab CBL memiliki tujuan/program khusus yang sengaja di desain untuk pembelajaran. Dalam setiap penelitian terapat tahap-tahap yang harus dilalui termasuk juga pada penelitian CBL, tahap-tahap tersebut adalah:
  • Problems with the research (Adanya masalah dalam penelitian sebelumnya)
  • Categories for CBL (Mengkategorikan kegunaan untuk CBL)
  • Major reviews (Meninjau ulang hasil penelitian sebelumnya)
  • Studies in specific areas (Memiliki area khusus untuk penelitian)
  • Descriptive studies (Studi deksriptif)
  • Design issues (Mendesain CBL)
  • Cost effectiveness research (Efektivitas biaya penelitian)

Beberapa peneliti yang melakukan penelitian tentang CBL, ialah:
a)        Kulik, Bangert, dan Williams (1983)
Ada tiga garis besar dalam meta-analisis studi dalam penyelesaian kulik, satu studi meneliti efek belajar berbasis komputer pada siswa SD, kemudian diperiksa bagaimana efeknya pada siswa sekolah tersebut, dan dalam penelitian tersebut meneliti efek pada mahasiswa.
Hasil dari penelitian Kulik dan rekan-rekannya adalah bahwa pendekatan komputer merupakan sesuatu yang paling efektif untuk siswa SD dan paling efektif pula untuk mahasiswa didalam suatu pembelajaran.

b)       MD Robyler
Masalah yang diteliti : di bidang sikap, konten, jenis aplikasi, tingkat kelas dan jenis siswa.
Hasil:
Robyler menemukan bahwa efek dari penggunaan komputer yang tertinggi berada pada tingkat perguruan tinggi dan terendah pada tingkat sekolah menengah.
Tinjauan Robyler mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa aplikasi komputer lebih efektif untuk mengajar matematika daripada membaca dan keterampilan berbahasa.
Robyler menemukan kecenderungan, yang telah dilaporkan sebelumnya, dalam penggunaan komputer agar lebih efektif bila digunakan oleh siswa dengan prestasi rendah.

c)        Chen, 1986; Collis, 1985; Miura & Hess, 1983
Masalah yang diteliti : Perbedaan gender dalam penggunaan komputer, sikap, dan bakat juga telah menjadi area penting dalam penelitian bagi para peneliti dalam pembelajaran berbasis komputer.
Hasil:
  • Wanita cenderung setuju secara abstrak tentang kemampuan perempuan dengan komputer, tapi ketika ditanya tentang kemampuan mereka sendiri, mereka menilai diri mereka sendiri kurang dari cukup (Collis, 1985; Chen, 1986).
  • Betty Collis (1985) perbedaan jenis kelamin pada sikap terhadap komputer ternyata ada.
  • Chen (1986) Dia juga melaporkan bahwa anak laki-laki lebih banyak memiliki komputer di rumah daripada perempuan.
  • Hess dan Miura (1985) menemukan bahwa dalam 23 program musim panas yang mereka pelajari, anak laki-laki kalah jumlah perempuan dengan rasio 3 banding 1 di tingkat sekolah dasar dan sekitar 4 sampai 1 pada tingkat sekunder.
  • Chen (1986) menemukan bahwa lebih banyak orang tua membeli komputer kepada anak lelaki daripada anak perempuan. Setelah melakukan survei empat majalah komputer yang popular.


d)     Hendry Becker (1990)
Masalah yang diteliti : melakukan survey penggunaan komputer di sekolah-sekolah selama tahun 1980.
Hasil : Becker menyampaikan tiga kesimpulan yang ia dapat dari hasil penelitiannya, yaitu:
  • meskipun adanya kenaikan yang luar biasa dalam penyediaan perangkat keras dan lunak di sekolah. Namun, hanya sebagian kecil guru dan siswa yang menggunskan komputer dalam pembelajaran. Hambatan terbesar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru dalam menggunakan komputer secara efektif dan tepat
  • Perangkat keras yang tersedia di sebagian besar sekolah tidak cukup untuk mendukung pembelajaran secara lebih kompleks.
  • Program pengolah kata merupakan kegiatan belajar pertama di sekolah USA yg menggunakan teknologi berbantuan komputer. Namun, program pengolah kata ini bukanlah suatu kegiatan pembelajaran menulis yg terintegrasi, melainkan hanya belajar tentang program pengolah kata itu sendiri. Program pengolah kata ini menjadi salah satu alat bantu dalam pembelajaran menulis.

e)        OTA (Office of Technology Assessment)
Masalah yang diteliti : Pada tahun 1988 OTA dalam laporannya yang berjudul Power On: New Tools for Teaching and Learning,menggambarkan keadaan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah saat ini dan rekomendasi yang diberikan untuk penelitian dan usaha pengembangan di daerah tersebut (Porro, 1988).
Hasil : Laporan itu menyimpulkan bahwa meskipun teknologi interaktif baru tidak dapat berdiri sendiri dalam mengatasi permasalahan pendidikan di Amerika. Namun, teknologi interaktif baru telah memberikan kontribusi penting dalam perbaikan proses belajar, terutama dalam memajukan substansi dan proses pendidikan yaitu dengan membantu anak-anak memperoleh keterampilan dasar, sehingga mereka dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan selama masa hidup mereka.
Hasil penelitian menyimpulkan komputer memiliki kegunaan yang paling menjanjikan saat ini dalam dunia pendidikan, antara lain:
  • Latihan dan praktek untuk menguasai keterampilan dasar.
  • Pengembangan keterampilan menulis.
  • Pemecahan masalah.
  • Memahami konsep abstrak matematika dan ilmu pengetahuan.
  • Simulasi dalam studi ilmu pengetahuan, matematika dan sosial.
  • Manipulasi data.
  • Akuisisi keterampilan komputer untuk tujuan umum, bisnis, dan pelatihan kejuruan.
  • Akses dan komunikasi untuk populasi siswa yang belum terlayani secara tradisional.
  • Akses dan komunikasi bagi guru dan siswa di lokasi terpencil.
  • Individualized learning.
  • Cooperative learning.
  • Manajemen kegiatan kelas dan pencatatan.

f)         Johnson, Johnson & Stanne (1985)
Dalam satu studi tersebut dibandingkan efek dari struktur tujuan kooperatif, kompetitif dan individualistis pada produk siswa menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bantuan komputer dalam suatu instruksi koperasi yang dipromosikan secara kuantitas maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan kualitas prestasi sehari-hari dan memecahkan masalah yang lebih dalam hal tersebut menjadi sukses daripada pembelajaran komputer yang dibantu secara kompetitif atau individual. Salah satu hasil yang sangat dramatis adalah bahwa sikap perempuan terhadap belajar yang lebih terpengaruh dalam kondisi kompetitif.

g)        Lehrer & Randle (1987)
Dalam pembelajaran intra-menengah, terdapat empat puluh lima anak kelas tiga ditugaskan secara acak untuk memilih salah satu dari dua Logo berbasis kondisi instruksional atau ke tiga pemecahan masalah yang sesuai dengan kondisi kontrol perangkat lunak (Lehrer & Randle, 1987).
 Hasil penelitian Lehrer mengusulkan perlunya penelitian yang mungkin lebih lanjut dalam meneliti pemecahan masalah dan hasil metakognitif dari suatu kerja komputer dengan bahasa pemrograman atau masalah lain yang dapat dipecahkan dalam suatu permasalahan lingkungan. Temuannya di bidang perencanaan dan belajar geometri tersebut menyarankan suatu jalan yang bermanfaat untuk suatu pekerjaan yang lebih lanjut.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian CBL terdahulu dapat disimpulkan bahwa secara umum siswa dapat belajar dengan efektif menggunakan computer dan dalam beberapa kasus, computer bekerja untuk meningkatkan prestasi dan sikap siswa terhadap materi pelajaran. Awal penelitian dinyatakan bahwa CBL paling efektif digunakan pada tingkat sekolah dasar, sedangkan pada penelitian akhir dinyatakan bahwa CBL efektif pada tingkat perguruan tinggi.
Untuk penelitian lebih lanjut, hendaknya penelitian tidak lagi berbicara mengenai pengaruh CBL terhadap pembentukan sikap ataupun hasil belajar siswa. Namun, lebih berfokus pada bagaimana merancang sebuah pembelajaran berbasis computer yang sesuai dengan materi karakteristik siswa, sudah semakin berkembang. Hal yang paling penting adalah bagaimana mendesain sebuah pembelajaran berbasis computer yang sesuai dengan karakteristik materi, siswa dan lingkungan  belajar.

Saran untuk penelitian masa depan
Beberapa saran dari penelitian masa lalu, untuk dapat dilakukan dimasa depan yaitu:

Secara garis besar, beberapa penelitian yang dapat dilakukan untuk masa depan, yaitu:

  • Penelitian tentang efek pengalaman pemrograman dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah pada siswa.
  • Penggunaan komputer dalam pengajaran menulis.
  • Penggunaan simulasi dan microworlds untuk mengajarkan masalah urutan yang lebih tinggi kemampuan memecahkan.
  • Penggunaan alat-alat untuk meningkatkan tugas-tugas belajar.
  • Pengembangan kurikulum baru yang berfokus pada how to learn.


    Menurut Robyler, ia menyarankan bahwa penelitian pada masa depan dalam pembelajaran berbasis computer harus berkonsentrasi pada:

a.    Aplikasi dalam berbagai hal keterampilan dan area konten
b.    Computer aplikasi dalam bahasa inggris sebagai bahasa kedua (ESL)
c.    Dalam pengolahannya menggunakan word
d.    Kreativitas dan pemecahan masalah dengan logo dan CAI
e.    Efek penggunaan computer pada sikap dan tingkat drop-out
f.     Diferensial efek dari penggunaan computer pada pria dan wanita

Chen menganjurkan:
  • Memperhatikan lebih dekat dengan proses pengaruh sosial yang memengaruhi perempuan
  • Menggunakan subjek-materi kursus dalam bahasa Inggris, matematika, sains, sejarah, dan mata pelajaran lain untuk memperkenalkan komputer. Menghindari pemrograman sebagai paparan awal
  • Menekankan aplikasi komputer (grafis, database, telekomunikasi) untuk mendorong lebih banyak partisipasi perempuan
  • Memperluas penggunaan komputer di sekolah menjadi “aplikasi dunia nyata”