Tampilkan postingan dengan label Keyakinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keyakinan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Januari 2011

Keutamaan Sabar

        Sabar itu mudah diucapkan, tetapi sulit diterapkan. Ketika ditanya tentang defenisi sabar, sufi terkemuka Dzun-nun Al-Mishri berkata “Sabar ialah menjauhi perselisihan, bersikap tenang dalam menghadapi cobaan yang menyesakkan hati, dan menampakkan rasa kecukupan ketika ditimpa kesusahan dalam kehidupan”.
Sementara itu, Ar-Raghib Al-Ashfihani mengatakan bahwa sabar memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kejadiannya. Menahan diri saat ditimpa musibah dinamakan shabr (sabar), sedangkan lawan katanya jaza’ (gelisah, cemas, risau), menahan diri dalam peperangan dinamakan syaja’ah (keberanian) dan lawan katanya jubn (pengecut, lari dari peperangan) menahan diri dari kata-kata kasar disebut kitman (diam) dan lawan katanya ihdzar atau hadzar (mengecam, marah). Namun makna umum menahan diri dalam berbagai keadaan tersebut adalah sabar.
Al-Imam An-Nawawi menengahkan beberapa ayat yang berkenaan dengan sabar seperti berikut ini: “wahai sekalian orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu sekalian dan teguhkanlah kesabaranmu itu dan tetaplah bersiap siaga” (Q.S. Ali Imran: 200).
Ayat ini memerintahkan kaum muslimin untuk bersabar dalam menjalani ketaatan saat mengalami musibah, menahan diri dari keinginan berbuat maksiat dengan jalan beribadah dan berjuang melawan kekufuran, serta bersiap siaga penuh untuk berjihad di jalan Allah SWT. Tentang bersiaga berjihad ini, Sahl bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasul SAW bersabda, “Satu hari berjihad di jalan Allah itu lebih baik ketimbang dunia dengan segala isinya” (HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi).
Di dalam Al-qur’an Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” (Q.S. Al-Baqarah: 155).
Pada ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa ia akan menguji hambaNya sepanjang hidup mereka, dengan rasa takut, kemiskinan dan sebagainya. Dengan demikian akan tampak mana hamba Allah yang taat dan manapula yang kufur. Tentu hamba Allah yang teguh dalam ketaatan kepadaNya mendapat kabar gembira bagi mereka. Apakah kabar gembira tersebut? Allah berfirman: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas” (Q.S. Az-Zumar).
Tentang ayat ini, Sayyidina Ali r.a. menerangkan bahwa setiap orang yang mencapai derajat muthi’ (orang yang taat), kelak akan ditimbang amalnya dengan timbangan atau takaran. Berbeda dengan orang yang berderajat Shabir (orang yang sabar), mereka ini mengeruk pahala laksana mengeruk debu yang tidak terhitung jumlahnya.
Dari Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bersuci adalah bagian dari iman, kalimat Alhamdulillah dapat memenuhi timbangan, kalimat Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi apa yang ada diantara langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shadaqah adalah bukti iman, sabar adalah pelita dan Al-Qur’an adalah hujjah (argumentasi) terhadap apa yang kamu sukai maupun yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang membinasakan dirinya (H.R. Imam Muslim).
Syarah Hadits
Sanad dalam hadits di atas menyebutkan nama Abu Malik yang memiliki banyak nama. Menurut pengarang Dalil Al-Falihin, ada yang menyebutkan namanya Ka’ab, Ubaid, Ubaidillah dan ‘Amr. Sementara itu, menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, ada dua nama yang paling masyhur, Al-Harits bin Al-Harits dan Ka’ab bin ‘Ashim. Sebutan Al-Asy’ari merujuk kepada kabilah moyangnya, yang ada di Yaman, yaitu Al-Asy’ar. Abu Malik ini meriwayatkan 27 hadits dari Nabi SAW. Salah satunya hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya pada bab keutamaan Thaharah (bersuci).
Hadits diatas mengetengahkan sejumlah nasehat, yakni keutamaan bersuci/wudhu, dan keutamaan berdzikir, seperti ucapan Alhamdulillah yang dapat memenuhi timbangan amal, kemudian Subhanallah wal hamdulillah yang pahalanya memenuhi seisi langit dan bumi jika ditimbang. Hadits ini juga menganjurkan muslimin untuk memperbanyak sholat karena sholat dapat menjadi penerang untuk menunjukan jalan keselamatan dalam hidup dan dapat mencegah perbuatan munkar.
Dalam Musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga sholatnya secara rutin, ia memiliki cahaya, bukti keimanan, dan keselamatan pada hari kiamat”. Dalam teks hadits diatas juga disebutkan pula bahwa shodaqoh merupakan bukti nyata seorang mu’min yang jujur dan ikhlas.
Berikutnya disebutkan keutamaan sabar laksana cahaya yang bersinar yang dapat menghilangkan kegelapan dan kesukaran hidup. Al-Qur’an menjadi hujjah pembenaran bagi yang taat menjalani amar ma’ruf nahi munkar dan dapat pula menjadi pengadil atas kejahatan yang dilakukan seseorang. Seorang muslim harus senantiasa berusaha menggunakan umurnya dalam ketaatan kepada Allah SWT. Yang ditemui hamba Allah seorang hamba Allah dalam kehidupan hanyalah dua hal apa yang disukai oleh keinginannya dan apa yang tidak disukai oleh keinginannya, dan bahkan harus dibencinya. Oleh karena itu obatnya adalah bersabar menghadapi hal itu.
Dari Abu Sa’id Sa’d bin Malik bin Sinan Al-Khudry r.a. disebutkan bahwa ada beberapa orang sahabat Anshar meminta kepada Rasulullah SAW, maka beliau memberinya. Kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya. Maka habislah apa yang ada pada beliau. Setelah beliau memberikan semua apa yang ada ditangannya, beliau bersabda kepada mereka “Apapun kebaikan yang ada padaku tidak akan aku sembunyikan kepada kamu sekalian. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya, Allah pun akan memberikan kesabaran kepadanya dan seseorang itu tidak akan mendapatkan anugerah yang lebih baik dan lebih lapang dibandingkan kesabaran” (Muttafaq ‘alaih).
Syarah Hadits
          Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam bab menjaga kehormatan diri dari meminta-minta. Sedangkan Imam Muslim meriwayatkannya pada bab keutamaan menjaga kehormatan diri dan bersabar. Hadits ini mengandung beberapa pelajaran. Yang pertama kemulian hati Nabi Muhammad SAW yang tak pernah menolak jika orang meminta sesuatu yang dimilikinya. Yang kedua adalah orang yang kaya adalah orang yang kaya hati dan jiwa, bukan harta yang berlimpah, sehingga orang tersebut dikenal menjaga ‘Iffah (kehormatan diri) dan qana’ah (merasa cukup). Yang ketiga kemuliaan akhlaq dan keluhuran sifat dapat diperoleh bila seseorang memiliki sifat sabar, yakni sabar dari segala hal yang memberatkan hidup semata-mata taat kepada Allah. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Dailami dari Anas bin Malik r.a di sebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kesabaran adalah setengah dari Iman”. Menurut pengarang Faidh Al-Qadir, iman seseorang boleh jadi hanya pada dua hal, keridhaan dan kesabaran, ia ridha untuk menjalani perintah Allah yang memberatkan dirinya dan sabar untuk menjauhkan larangan Allah yang merongrong keinginan hawa nafsunya.

Kamis, 20 Januari 2011

Hakekat Memotivasi Diri

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11)


Motivasi merupakan gabungan dari berbagai faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu.

Setiap orang pasti memiliki motivasi. Tingkatannya bisa berbeda-beda tergantung dari stimulus (rangsangan) yang diberikan otak. Selain berbeda tingkatannya, motivasi juga memiliki obyek (sasaran) yang berbeda. Belum tentu setiap orang memiliki sasaran motivasi yang sama dengan tingkatan yang sama pula.

Beberapa Teori tentang Motivasi : 

1.   Teori Kepuasan ( Content Theory)
       - Teori Hirarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs).
       - Teori X dan Y (XY Theory)
       - Teori ERG (ERG Theory)
       - Teori Kebutuhan Mc. Clelland (Mc. Clelland Theory)
       - Teori Motivasi-Higiene (Hygiene-Motivation Theory)

2.   Teori Proses (Process Theory)
       - Teori Harapan (Expectancy Theory)
       - Teori Penentuan Tujuan (Goal Setting Theory)
       - Teori Penguatan (Reinforcement Theory)
       - Teori Keadilan (Equity Theory)

Sukses adalah perasan bahagia yang muncul dari dalam hati. Perasaan bahagia karena telah meraih apa yang diyakini sebagai kebenaran dan menjalaninya dengan konsisten. Syarat sukses ada tiga, yakni semangat, visi, dan aksi.
Mativasi menjadi modal dan pemicu awal sebelum orang berpikir tentang visi dan aksi.


Urgensi Memotivasi Diri
  1. Selalu Bersemangat
  2. Tekun dalam Bekerja
  3. Tidak Bergantung Motivasi dari Orang Lain
  4. Selalu berinisiatif dan kreatif
  5. Produksi dalam bekerja
  6. Tercapainya tujuan yang diinginkan
  7. Meraih tujuan lebih cepat
  8. Optimis terhadap masa depan
  9. Menikmati hidup dan pekerjaan
  10. Terhindar dari kesepian
  11. Terhindar dari rasa jenuh
  12. Menunaikan kewajiban syar’i
  13. Melaksanakan sunnah Rasul
  14. Memperoleh sukses di dunia dan akhirat

Hambatan Memotivasi Diri
  1. Kurangnya percaya diri
  2. Cemas
  3. Opini negatif
  4. Perasaaan tidak ada masa depan
  5. Merasa diri tidak penting
  6. Tidak tahu apa yang terjadi
  7. Pengakuan semu

Kami menyimpulkan bahwa cara memotivasi diri perlu berpijak dari asumsi berikut;
  1. Teori-teori motivasi yang ada merupakan rujukan utama dari cara menumbuhkan motivasi diri yang praktis dan mudah dilakukan.

  2. Manusia memiliki empat dimensi diri yaitu mental, emosional, spiritual, dan fisik. Semua dimensi tersebut memiliki hubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi satu sama lain.

  3. Berbagai cara menumbuhkan motivasi dari sebenarnya bersumber dari empet dimensi manusia. Dengan ‘menghidupkan’ satu atau lebih dimensi manusia tersebut kita dapat termotivasi.

  4. Setiap dimensi manusia tersebut memiliki sumber pemicu untuk menumbuhkan motivasi diri. Sumber pemicu itu adalah:
    - Visualisasi (visualitation) untuk dimensi mental.
    - Tanggung jawab (responsibility) untuk dimensi spiritual.
    - Kenyamanan dan kesukaan (excited) untuk dimensi emosional.
    - Gerakan (move) untuk dimensi fisik.

  5. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan memotivasi diri yang tidak terbatas. Semakin besar upaya kita untuk ‘menyalakan’ sumber pemicu motivasi semakin besar motivasi yang dihasilkan.

  6. Menumbuhkan motivasi diri sebenarnya banyak caranya. Dibutuhkan kreativitas agar kita dapat memicu munculnya mativasi yang tinggi dalam diri kita. Namun kreativitas tersebut sebenarnya berputar pada menstimulus sumber pemicu motivasi yang ada pada empat dimensi manusia (yakni visualisasi, tanggung jawab, kenyamanan/kesukaan dan gerakan.



Untuk menumbuhkan motivasi diri, ‘pemicunya’ adalah visualisasi (visualitation), tanggung jawab (responsibility), kenyaman dan kesukaan (excited) dan gerakan (move). ‘Pemicu’ tersebut terdapat pada ruang-ruang tertentu yakni mental (untuk visualisasi), spiritual (untuk tanggung jawab), emosional (untuk kenyamanan/kesukaan), dan fisik (untuk gerakan).

Alasan tentang Sumber Pemicu Motivasi
  1. Visualisasi (visualitation) 
    Visualisasi mampu membuat seseorang mem’bayang’kan tujuan dengan jelas dan detail. Tujuan yang jelas dan detail akan memotivasi seseorang untuk meraihnya.

  2. Tanggung jawab (Responsibility)
    Tanggung jawab membuat seseorang merasa ada beban yang harus dipikulnya. Beban berupa amanah untuk melakukan sesuatu. Beban inilah yang membuat ia termotivasi untuk melakukan sesuatu.
  3. Kenyamanan/Kesukaan (excited)

  4. Gerakan (move)
    Dengan melakukan gerakan, motivasi akan muncul. Seringkali kita mengalami bahwa semangat kerja justru muncul setelah kita mulai bekerja, bukan sebelum bekerja.

Rabu, 19 Januari 2011

Bagaimana cara menghilangkan malas?? dalam ibadah juga??

Nabi Muhammad SAW sering mengutarakan dalam doanya agar selalu terhindar dari sifat malas, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tidak malas (contoh dalam ibadah)
  1. Ketahui, fahami dan hayati baik-baik apa keutamaan ibadah yang sering malas untuk kita lakukan, misal kita malas untuk baca Al-Quran. dengan mengetahui keutamaan-keutamaan Al-quran diantaranya dengan membaca 1 huruf dalam Al-quran akan mendapatkan satu kebaikan dll, kemudian setelah tahu, di fahami dan dihayati, maka insya Allah kita akan termotivasi untuk melakukannya. begitu juga misalkan kita malas untuk shalat fardu berjamaah di masjid, dengan mengetahui besarnya keutamaan shalat berjamaah di masjid dari pada shalat munfarid di rumah, maka kita insya Allah tidak akan malas lagi untuk beribadah.
  2. Ubah lingkungan, bila kita dekat dengan orang-orang yang selalu membaca Al-Quran tiap hari nya maka insya Allah kita akan malu sendiri jika malas membaca Al-Quran, dan tentunya akan termotivasi untuk berfastabikul khairot dengan sesama teman selingkungan. Teringat sebuah perkataan, "barangsiapa berteman dengan penjual minyak wangi, maka ia akan terkena wanginya, namun barangsiapa berteman dengan penjual pisau, maka ia akan terkena dan merasakan bagaimana tajamnya pisau tersebut". Seseorang saat ini akan sama dengan dia 5 tahun kemudian kecuali perubahan yang disebabkan oleh lingkungan, buku dan action yang dilakukan.
  3. Paksakan, ini adalah cara paling gampang yang sangat mungkin dilakukan, jika kita malas melaksanakan sesuatu, ibadah maupun muamalah, maka tekadkan dalam hati untuk segera melakukannya dengan sedikit melakukan paksaan pada diri. Kata orang sunda mah "Allahumma paksakeun" doa efektif untuk memulai sesuatu.


Insya Allah jika kita melaksanakan 3 tips diatas, semoga Allah Azza wa Jalla segera menghilangkan sifat malas yang kita miliki. Amiiin..

Selasa, 18 Januari 2011

20 CARA MENGHARGAI TUBUH SENDIRI

Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri?? Atau merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri??
Bila kurang puas atau merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri, ikuti beberapa saran berikut ini:
  1. Tubuh Anda adalah ciptaan Allah yang Maha Luar Biasa, mulailah untuk bisa menghargainya.
  2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
  3.  Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan.
  4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
  5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri (tetapi bukan sombong).
  6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
  7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
  8. Hitung nikmat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
  9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
  10. Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh anda sendiri.
  11. Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
  12. Setiap malam saat akan tidur jangan lupa ucapkan terima kasih kepada tubuh Anda, betapa sangat berharganya tubuh anda, sehingga dapat membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
  13. Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa ucapkan terimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
  14. Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
  15.  Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
  16. Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
  17. Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
  18. Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan ada pada diri Anda sendiri.
  19. Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
  20. Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda.

Semoga bermanfaat dan semoga Anda dapat menghargai tubuh anda dan lebih merasa lebih bersyukur..