Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

Cinta Tanah Air

Rasa cinta tanah air seharusnya kita terapkan di lingkungan keluarga, kampus, tempat tinggal kita, bahkan dimanapun kita berada. Misalnya di keluarga : kita amalkan sikap dan tingkah laku hemat, disiplin dan bertanggung jawab dalam mewujudkan keutuhan dan kebersamaan agar tercapai kebahagiaan lahir batin, di kampus, perwujudan rasa persatuan dan Cinta Tanah Air dapat kita wujudkan atau amalkan melalui kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif, dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berupa gerakan penghijauan, kebersihan, karya wisata, dan lain-lain. Semangat persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dapat kita lakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti siskamling, kerja bakti, dan lain-lain. Dan kegiatan seperti itu telah diprogramkan melalui organisasi-organisasi pemuda misalnya Karang Taruna dan KNPI. Sebagai generasi penerus bangsa hendaknya kita dapat mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang merugikan diri sendiri atau masyarakat, misalnya dengan cara menjauhkan diri dari pengaruh narkotika, obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, dan perkelahian. Karena hal itu dapat menghancurkan masa depan bangsa dan negara.
Sebagai generasi muda juga harusnya kita dapat berperan seperti para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Para pahlawan berani mengorbankan diri karena mereka mencintai tanah airnya. Mereka mencintai rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Mereka tidak mau negerinya dijajah. Para pejuang yang gugur membela bangsa disebut pahlawan. Cinta mereka pada bangsa dan tanah air Indonesia tidak bisa diragukan lagi. Bagaimana dengan kita yang tidak terlibat dalam perang? Apakah kita bisa disebut orang yang memiliki semangat cinta tanah air? Banyak sekali orang yang memiliki semangat cinta tanah air. Orang yang cinta tanah air berjuang demi kemajuan dan kesejahteraan negaranya. Sebagai contoh, Seorang guru yang bersedia ditempatkan untuk mengajar di daerah terpencil. Dia mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak di daerah terpencil. Anak-anak di daerah itu menjadi pintar. Guru itu bisa dikatakan cinta tanah air. Ia mencerdaskan bangsa dengan pengabdiannya.
Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah cinta dengan tanah air? Bagaimanakah kita mewujudkan rasa cinta tanah air? Apakah dengan perang? Atau dengan mengajar di daerah terpencil? . Tidak perlu, Rasa cinta tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai macam cara. Antara lain adalah :
  • Sebagai pelajar kita harus bertanggung jawab. Kesempatan yang ada kita gunakan untuk belajar dengan tekun. Selain itu, kita juga harus berbudi pekerti yang baik. Kelak kita akan menjadi orang yang pintar dan berprestasi. Murid berprestasi mengharumkan nama bangsa.
  • Mencintai produk-produk dalam negeri. Sekarang ini banyak sekali produk asing. Warga yang cinta tanah air tetap mencintai produk dalam negeri.
  • Bangga sebagai bangsa Indonesia. Kebanggaan itu antara lain diwujudkan dengan menggunakan bahasa Indonesia.

MEMPERTEBAL CINTA TANAH AIR
Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat. Kehendak bangsa untuk bersatu dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia merupakan sarat utama dalam mewujudkan nasionalisme nasional. Dengan demikian, tidak pada tempatnya untuk mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, budaya dan golongan. Kehendak untuk bersatu sebagai suatu bangsa memiliki konsekuensi siap mengorbankan kepentingan pribadi demi menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya pengorbanan, mustahil persatuan dan kesatuan dapat terwujud. Malah sebaliknya akan dapat menimbulkan perpecahan. Inilah yang telah dibuktikan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Di samping itu, perlu dikembangkan semangat kebanggaan dan kebangsaan dalam tiap individu rakyat Indonesia. Kebanggaan yang harus dikembangkan adalah kebanggaan yang dapat dirasakan oleh seluruh bangsa, sehingga kehendak untuk bersatu masih tetap berakar di dalam hati sanubari. Di sisi lain, semangat kebangsaan dalam suatu bangsa yang terbangun sejak jaman kemerdekaan lalu masih tetap relevan dengan dunia masa kini. Bagi Indonesia, rumusan paham kebangsaan telah tercantum dengan jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu membangun sebuah negara kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, membina persahabatan dalam pergaulan antar bangsa, menciptakan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan, serta menolak penjajahan dan segala bentuk eksploitasi, yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

MENANAMKAN SIKAP CINTA TANAH AIR  DAN BERWARGANEGARA
Sikap cinta tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini agar dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak menyanyikannya setiap hari Senin, maka anak akan hafal dan bisa memahami isi lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa pentingnya cinta terhadap negara
Kegiatannya bisa diarahkan pada lima aspek perkembangan sikap perilaku maupun kemampuan dasar. Pada aspek sikap perilaku, melalui cerita bisa menghargai dan mencintai Bendera Merah Putih, mengenal cara mencintai Bendera Merah Putih dengan merawat dan menyimpan dengan baik, menghormati bendera ketika dikibarkan.

Pada aspek kognitif, anak mengenal konsep bilangan dan angka 2 (2 warna), mengenal konsep warna merah dan putih, mengenal konsep posisi di atas warna merah, di bawah warna putih, dan mengenal konsep bentuk persegi panjang atau kotak. Kegiatannya bisa berupa permainan lomba mengelompokkan bendera yang benar.

Kegiatan lain adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana dengan menunjukkan miniatur candi dan menceritakannya, gambar rumah dan pakaian adat, mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, serta mengunjungi museum terdekat, mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran.

Bisa juga diintegrasikan dalam tema lain melalui pembiasaan sikap dan perilaku, misalnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, menyayangi sesama penganut agama, menyayangi sesama dan makhluk Tuhan yang lain, tenggang rasa dan menghormati orang lain. Menciptakan kedamaian bangsa adalah juga perwujudan rasa cinta tanah air.

Sehingga suatu saat nanti , dan saat tumbuh dewasa mereka dapat menghargai betapa pentingnya mencintai tahan air ini, negeri ini, khususnya bagi bangsa dan negara,dan bisa berwarganegara dengan baik, menjadi manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, mempunyai rasa cinta yang tinggi terhadap negaranya,dan sekaligus bisa mengharumkan bangsa dan negaranya.


CINTA TANAH AIR DENGAN CARA MELESTARIKAN BUDAYA
Budaya Indonesia memang memiliki nilai yang unik dan dapat menggugah ketertarikan dari warga manca negara di belahan dunia. Namun, sayangnya budaya yang beraneka ragam ini tidak banyak dicintai oleh warganya sendiri (kita). Terbukti, dengan lebih tertariknya warga kita pada budaya luar. Budaya yang semestinya menjadi warisan untuk anak bangsa dari Sabang sampai Merauke ini, malah kurang diminati dirumahnya sendiri. Mulai dari kalangan anak kecil sampai kalangan tua.
Warga kita lebih mengutamakan budaya luar ketimbang melestarikan budayanya sendiri. Maka tidak heran, jika budaya kita dengan mudah diklaim oleh negara lain. Malaysia sebagai contohnya. Beberapa budaya kita telah diklaim sebagai budaya yang lahir di Negeri Jiran ini. Setelah adanya klaim dari Malaysia, baru seluruh elemen dari WNI sibuk mencaci maki Malaysia. Padahal jika kita koreksi kembali, besarkah rasa cinta kita terhadap budaya kita? Dan, apakah budaya kita ini sudah betul-betul dijaga dan dilestarikan, sebelum adanya klaim dari Malaysia? Mungkin sedikit sekali yang bisa menjawab : “Ya, dalam masa hidup, saya senantiasa mencintai, menjaga, merawat dan ikut melestarikan Budaya Indonesia”.
Jaipongan contohnya, budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Karawang, Jawa barat. Ketertarikan Warga Karawang atau Jawa Barat untuk ikut mempelajari khasnya tari dan musik Jaipong dinilai minim. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap Jaipongan sebagai “musik kuno dan tidak modern atau ketinggalan zaman.”
Seharusnya budaya warisan dari nenek moyang kita adalah budaya yang sangat mahal. Seiring dengan berjalannya waktu, maka zaman akan membeli budaya dengan harga yang tak ternilai. Dalam bahasa saya : “unik itu menarik, dan menarik itu mempunyai harga tak ternilai.” Namun sayang, sedikit sekali orang yang menyadari betapa pentingnya nilai budaya untuk dilestarikan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Padahal, jika tidak dijaga,  tidak dirawat, dan tidak dilestarikan, maka sesungguhnya jangan merasa kecewa dan muak jika kemudian budaya kita diklaim oleh bangsa dan negara lain.

Sabtu, 18 Desember 2010

Bangga Jadi Indonesia



“Eh, lo bangga nggak sih sama Indonesia?” tanyaku pada seseorang temanku dengan gaya santai. “Bangga dong!” jawab temanku dengan santai pula. “Emang apa yang bisa dibanggain?” tanyaku lagi. “Ya banyak lah! Yang penting, lw dan gw, bangga dengan bangsa sendiri, Bangsa Indonesia!” jawabnya dengan sedikit memberi motivasi. Belakangan ini, sungguh miris sekali melihat betapa ‘angkuhnya’ Bangsa Indonesia. Tak mau membantu sesama adalah hal ‘lumrah’ dijumpai. Berikut adalah banyak hal yang bisa dibanggakan dari Indonesia sehingga sedikit membentuk persepsi baik terhadap “Indonesiaku dan Indonesiamu”:

1. Indonesia Negara Kepulauan
Indonesia merupakan negara kepulauan, bahkan negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Pulau-pulau di Indonesia yang menembus angka 17.508, ternyata banyak disebabkan oleh beberapa hal. Sedikit mengulang sejarah geografis negara kita, Indonesia merupakan negara yang diapit dua benua besar, yaitu benua Australia dan benua Asia. Karena hal tersebut, Indonesia merupakan daratan ‘tanggung’ yang kemudian terpecah-pecah sedemikian rupa, sehingga jumlah pulau di Indonesia mencapai 17 ribu. Dengan status Indonesia sebagai negara kepulauan, ada baiknya jika kita turut bangga kepada Indonesia yang telah berhasil sampai saat ini untuk menjaga pulau-pulaunya tetap berjumlah 17.508, tidak menjadi lebih dan tidak menjadi kurang. Kecuali di beberapa saat terjadi bencana alam, sehingga menyebabkan negara Indonesia kehilangan beberapa pulaunya, mudah-mudahan saja tidak terjadi lagi! Amiin!

2. Keberagaman Suku, Ras, Agama
Warna-warni keberagaman, tercipta sangat indah dan menarik di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh keberagaman suku, ras, dan agama setiap warganya. Mengapa demikian? Karena tiap-tiap provinsi tidak mungkin hanya terdiri satu suku, ras, dan agama. Indonesia, dari sabang sampai merauke, dengan 33 provinsi menjadikan warga negaranya sangat beragam.

Negara Indonesia, pada dasarnya memiliki dua jenis rakyat secara keseluruhan berdasarkan lokasi. Pertama adalah asal melayu dan kedua adalah asal melanesia. Basis melayu, mayoritas terdapat di Indonesia bagian barat, sedangkan basis melanesia, mayoritas terdapat di Indonesia bagian timur. Selain itu, bangsa Indonesia juga tidak hanya terdiri dari suku-suku asli saja, banyak pendatang-pendatang berbendera masing-masing. Awal mulanya mereka sampai di Indonesia hanya untuk berdagang, namun karena mereka merasa nyaman tinggal di Indonesia, membuat mereka berpindah kewarganegaraan, diantaranya berasal dari Arab, India, dan Tionghoa.
Tidak hanya itu saja, mengingat Indonesia berasal dari berbagai macam kepulauan dengan kondisi fisik tiap-tiap pulau berbeda, tentu membuat warganya dapat dengan bebas memilih kepercayaan yang cocok dengan dirinya, apalagi disaat masa reformasi, kebebasan sudah dijunjung tinggi. Namun tetap, kebebasan, tidak boleh melanggar norma-norma yang berlaku. Contohnya adalah di Indonesia bagian barat, terkenal dengan islamnya, dari Aceh, Palembang, Jakarta, Ponorogo, Banjarmasin, dsb. Lalu ada juga pulau Bali dengan agama hindu budhanya.


3. Bhinneka Tunggal Ika
“Meskipun berbeda-beda, tapi tetap satu!” kutipan tersebut ‘membangunkan’ kita agar lebih bangga dengan Indonesia. Mengapa begitu? Penduduk Indonesia seb anyak 231 juta jiwa dan tersebar di 33 provinsi. Dengan rata-rata setiap provinsi terdiri dari 7 juta jiwa, tentunya membuat Indonesia sangat beragam. Keberagaman, baik fisik maupun non fisik, membuat kita tidak boleh terbelenggu hanya pada perbedaan. Diluar dari perbedaan-perbedaan tersebut, kita semua tetap dalam tudung bangsa Indonesia, kita adalah bagian dari peradaban bangsa Indonesia yang memiliki satu tekad dan tujuan demi terselenggaranya kemerdekaan Indonesia.
Motto atau semboyan Indonesia tersebut, merupakan Frasa yang berasal dari bahasa jawa kuna. Disamping itu, semboyan ini pun terdapat dalam Pancasila yang merupakan dasar negara dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Seperti terdapat dalam sila ke-3 pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”, ada hubungan yang sangat erat antar keduanya. Semboyan dan sila ke-3 pancasila, sebaiknya dapat terlestarikan sehingga anak cucu kita semua dapat menikmati keberagaman dan menjadikan Indonesia tetap indah seperti sekarang.


4. Kecerdasan dan Semangat Tinggi milik Rakyat Indonesia
Mengapa harus tingkat kecerdasan dan semangat? Hal tersebut dikarenakan wong Indonesia asli sebenarnya memiliki keahlian dan kemampuan tertentu yang tidak dapat dilakukan oleh rakyat-rakyat negara tetangga. Dukun? Dukun adalah sebuah contoh ‘tak baik’ sebenarnya, namun adakah dukun di negara lain kecuali Indonesia? Tidak ada pastinya. Hal ini juga berlaku dengan tradisi adat di Indonesia yang masih kental. Seperti reog ponorogo dan tari saman yang menurut bangsa lain sangat mustahil untuk dilakukan.
Beberapa tahun silam, Indonesia sudah ‘hampir’ menunjukan jati dirinya. Pembuktiannya adalah banyak dari kompetisi-kompetisi baik formal maupun informal, lokal maupun internasional, otak maupun fisik, yang dimenangkan oleh rakyat-rakyat asli Indonesia, bahkan diantaranya dimenangkan oleh muda-mudi bangsa.


5. Budaya Melimpah
Kebudayaan milik Indonesia, tak terhitung jumlahnya. Mulai dari masakan tradisional, tarian adat, hingga upacara adat pun dimiliki masing-masing daerah. Tari saman milik Nangroe Aceh Darussalam, lalu ada Tahu Tek-tek milik Lamongan, Pempek milik Palembang, Tari Pendet milik Bali, Ondel-ondel milik Jakarta, Gudeg milik Jogjakarta, dan sebagainya. Berbeda sekali dengan negara-negara lain di muka bumi. Amerika Serikat misalnya, dengan luas negara yang hampir satu benua itu, tidak tersedia menu khas yang berbeda-beda tiap daerahnya. Republik Rakyat China pun sama, dimana kita berada dalam negara itu, menu makanan yang tersedia hanya berasal dari mie dan mie. Tidak ada variasi menco lok disana. Berbeda sekali dengan Indonesia, walau namanya memiliki kesamaan, namun tetap rasa dan ‘kemasannya’ berbeda.
Dengan kebudayaan yang melimpah, dan agar tidak terulang kejadian pencurian budaya oleh negara tetangga, sebaiknya kita menjaga kelestarian dan kelangsungan dari budaya-budaya asli milik Indonesia. Jangan biarkan negara tetangga mengambil budaya kita seenaknya! Keluar dari masalah itu, kita juga harus dapat menghormati budaya kita sendiri.


6. Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati atau Biodiversity dunia, adalah sebagian diantaranya merupakan bagian dari Indonesia. Hal tersebut menyebabkan Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia dan merupakan surga tersendiri bagi beberapa makhluk hidup. 70% jenis ekosistem, buatan maupun alami, di dunia, adalah milik Indonesia. Sawah, hutan, air laut, air tawar, stepa, dan sebagainya terdapat di Indonesia.


Mari Bangga Jadi Bangsa Indonesia.
Indonesia adalah negara yang patut dibanggakan dan akan menjadi negara kebanggaan, jika semua penduduknya bangga menjadi warna negara Indonesia.!!!