Selasa, 06 Maret 2012

Facebook sebagai Media Pembelajaran

[Opini Mahasiswa Terhadap Penggunaan Facebook dalam Matakuliah Kapita Selekta Hasil Penelitian (KSHP)]
Oleh : Abdul Rochim AlBaghir
A. Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi yang berkembang sedemikian cepat mengakibatkan arus data dan informasi mudah diperoleh tanpa mengenal batas, ruang dan waktu. Menggunakan media internet, data dan informasi baik berupa pengetahuan, berita, hiburan maupun individu tidak sulit untuk didapat.

Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial di dalam internet yang memungkinkan pengguna (user) dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain. Dari sisi penggunaan,facebook sangat berkembang pesat dari tahun ke tahun sejak diluncurkan pada 2004. Facebook memudahkan orang berkomunikasi dengan orang lain dengan cara chatting, menulis di Wall, dan mengirim Pesan/Message. Tanpa disadari, facebook telah menjadi sumber informasi bagi semua orang di seluruh dunia.

Selain itu, facebook dapat juga melepaskan rasa bosan dikarenakan banyak games-games yang menyenangkan. Hanya dengan mengetik nama game yang kita inginkan di dalam kotak ‘Search’, maka dengan segera akan muncul hasilnya. Dibandingkan dengan website yang lain, Facebook lebih mudah digunakan, lebih cepat, dan lengkap sehingga membuat Facebook lebih bermanfaat dan lebih banyak diminati oleh orang-orang di seluruh dunia.

Belakangan ini, facebook sudah mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, salah satu contohnya ialah Penggunaan Facebook pada mata kuliah KSHP (Kapita Selekta Hasil Penelitian) di Jurusan Teknologi Pendidikan UNJ pada semester 096. Pemanfaatan facebook disini dengan cara menggunakan fasilitas group yang ada di facebook. 

Group pada facebook dimanfaatkan sebagai media untuk berdiskusi secara online yang dilakukan diluar pertemuan tatap muka dikelas. Pemanfaatan facebook dalam mata kuliah ini sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi berkaitan dengan waktu perkuliahan yang amat terbatas pada pertemuan tatap muka dikelas. Melalui pemanfaatan facebook ini, dosen pengampu dapat memberikan pertanyaan, berinteraksi serta berdiskusi kepada mahasiswa yang tergabung didalam group dan mahasiswa pun juga dapat memberikan respon, jawaban atau tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan dosen pengampu atau jawaban dari mahasiswa lain. 

Namun realita yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, ternyata pemanfaatan facebook masih dianggap kurang membantu perkuliahan karena berbagai macam alasan. Sehingga muncul sebuah opini bahwa perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan facebook hanya membuang-buang waktu saja, sangat merepotkan, tidak menyelesaikan masalah, kurang kerjaan, tidak bermutu dan lain sebagainya. Untuk membuktikan apakah opini tersebut benar atau tidak, maka dilakukan penelitian langsung kepada mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP tentang opini tersebut. Penelitian dilakukan dengan cara meminta tanggapan mahasiswa terhadap opini tersebut melalui group KSHP pada facebook. Berikut akan ditampilkan hasil dari votting yang sudah dilakukan.

B. Hasil

Gambar 1. Respon Mahasiswa terhadap pertanyaan yang diajukan
Berdasarkan gambar diatas, dapat diketahui bahwa dari 34 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP, sebanyak 30 orang mahasiswa memberiakn respon/menjawab pernyataan survey yang diberikan, dan sisanya sebanyak 4 orang mahasiswa tidak memberi respon/jawaban terhadap pernyataan survey yang diberikan.

Gambar 2. Respon Mahasiswa Jika Penggunaan Facebook dalam Perkualiahan KHSP Distop
Berdasarkan tabel dan diagram diatas, menggambarkan bahwa 26 orang mahasiswa tidak setuju jika penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP distop, sedangkan 3 orang mahasiswa setuju jika penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP distop, sisanya 1 orang mahasiswa bersikap netral.

Gambar 3. Saran Mahasiswa untuk Penggunaan Facebook dalam Perkuliahan KSHP
Gambar diatas menjelaskan bahwa ada beberapa saran yang diajukan oleh mahasiswa diantaranya 5 orang mahasiswa menyarankan agar tetap menggunakan facebook dalam perkuliahan KSHP, 16 orang mahasiswa menyarankan agar sebaiknya dilakukan penjadwalan agar seluruh mahasiswa terlibat aktif, dan 1 orang mahasiswa menyarankan agar diadakan voting terlebih dahulu untuk melanjutkan perkuliahan dengan metode seperti ini.

C. Pembahasan

Berdasarkan data dan keterangan diatas, didapatkan hasil bahwa mayoritas mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP serta tergabung dalam group KHSP mendukung penggunaan facebook sebagai media dalam perkuliahan KSHP. Mahasiswa yang terganung dalam group KSHP di facebook memberikan berbagai macam jawaban, komentar, saran, maupun respon yang sebagian besar isinya mengatakan bahwa penggunaan facebook untuk kegiatan perkuliahan KSHP (digunakan sebagai sarana diskusi) mempunyai nilaitambah yang amat banyak. 

Namun perkuliahan KSHP dengan memanfaatkan facebook juga memiliki masalah sehingga timbul sebuah opini bahwa perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan facebook hanya membuang-buang waktu saja, sangat merepotkan, tidak menyelesaikan masalah, kurang kerjaan, tidak bermutu dan lain sebagainya. Akan tetapi masalah ini terjawab sudah dengan melihat data-data diatas. Sebagian besar mahasiswa berpendapat bahwa opini tersebut tidak benar adanya, justru mahasiswa merasa lebih mudah dan fleksibel jika menggunakan facebook sebagai media dalam perkuliahan KSHP. 

Dampak positif yang dirasakan mahasiswa setelah menggunakan facebook sebagai media perkuliahan KSHP yatu mahasiswa merasa bahwa penggunaan facebook tidak lagi dipakai untuk tempat curhat-curhat yang tidak jelas, tempat mengeluh bahkan tempat untuk bergosip, namun sekarang facebook digunakan dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam matakuliah KSHP. Mahasiswa juga menginginkan agar penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP sebaiknya tetap dilakukan dan lebih dioptimalisasikan kembali jika ingin tetap menggunakan facebook didalam perkuliahan KSHP.

Banyak saran yang diberikan mahasiswa berkaitan dengan masalah ini, diantaranya mahasiswa menyarankan agar sebaiknya dilakukan penjadwalan terlebih dahulu kapan waktunya kegiatan perkulihan menggunakan media facebook berlangsung, hal ini bertujaun agar seluruh mahasiswa dapat terlibat dan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan perkuliahan secara online. Selain itu juga, ada mahasiswa yang memberikan saran untuk mengadakan voting terlebih dahulu untuk melanjutkan perkuliahan dengan metode seperti ini.

D. Kesimpulan


Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP memberikan respon dan tanggapan yang positif berkaitan dengan penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP. Sesusai dengan saran dan masukan dari mahasiswa yang sudah dibahas diatas, jika penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP tetap ingin terus dilaksanakan, maka harus dilakukan penjadwalan yang jelas kapan waktunya mahasiswa harus mengakses dan berdiskusi bersama pada group KSHP agar mahasiswa yang mengalami kesulitan dan masalah dapat menyesuaikan dan mengatur jadwal mereka dengan baik. 

Semoga facebook, jejaring sosial serta berbagai macam fasilitas lainnya dapat dimanfaatkan dengan baik terutama dalam bidang pendidikan, sehingga akan mempermudah serta memberikan keluasan kepada peserta didik untuk mecari dan mengakses berbagai macam informasi yang tersedia. 

Semoga yang dibahas diatas dapat bermanfaat bagi kita semua dan mohon dimaafkan jika ada kata-kata, ungkapan atau kesalahan yang tidak sengaja didalam penyusunan artikel ini. 

Sumber:
Facebook: Data dan Sejarah http://www.idafazz.com/pengertian-facebook.php. Diakses pada 04/03/12 pukul 21.09 WIB

Kamis, 17 Maret 2011

Proses Hypnosis / Hypnotherapy

Apa yang kami jelaskan di bawah ini adalah proses hypnosis yang mengacu pada praktek hypnosis klasik. Apa itu hypnosis klasik? Hypnosis klasik adalah teori dan praktek hypnosis yang berkembang sebelum masa Dr. Milton H. Erickson. Ciri khas dari hypnosis klasik adalah klien harus melalui fase trance "semacam tidur" sebelum terapi yang sesungguhnya dimulai. Hypnosis klasik adalah teknik hypnosis yang paling populer.

Hypnotherapy bisa saja dilakukan dengan tanpa melalui trance, tapi kebanyakan klien dan hypnotherapist merasa lebih nyaman apabila melakukan terapi dengan gaya hypnosis klasik. Kami mengutamakan prosedur hypnosis klasik dalam setiap sesi hypnotherapy yang kami lakukan. Namun tidak jarang, kami mengunakan waking hypnosis, NLP dan EFT. Semua itu disesuaikan dengan kondisi klien.

1. Pre-Induction

Ketika Anda pertama kali mengetahui suatu informasi tentang kami atau pada waktu bertemu kami, inilah yang disebut Pre-Induction, tahap sebelum dimulai induksi. Setelah Anda mengisi formulir terapi, kami membuka percakapan mengenai masalah Anda, menghilangkan miskonsepsi dan rasa takut Anda terhadap hypnosis, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Pre-Induction juga disebut tahap Pre-Talk

2. Suggestibility Test / Uji sugestibilitas

Uji sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas fisik) atau emotional suggestibility (sungestibilitas perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang digunakan dan teknik terapi yang cocok.

3. Induction / Induksi

Induksi (dalam bahasa hypnosis) adalah cara yang digunakan oleh hypnotist untuk membimbing klien mengalami trance hypnosis. Trance hypnosis adalah suatu kondisi kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap sugesti yang diberikan oleh hypnotist.

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk induksi. Akan sangat panjang dan terlalu teknis bila kami jelaskan disini. Cukup Anda perhatikan satu hal penting ini: Syarat utama agar proses induksi berjalan lancar adalah Anda harus bersedia dihipnotis. Bila Anda menolak dihipnotis maka kami atau siapapun tidak akan mampu menghipnotis Anda. Hypnosis tidak bisa diterapkan secara paksa.

4. Deepening

Deepening merupakan kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan teknik deepening adalah untuk membuat klien semakin suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima sugesti). Kita mengenal ada beberapa tingkatan trance hypnosis. Secara sederhana kita bisa membagi tingkatan trance hypnosis menjadi light trance, medium trance, deep trance atau somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental dimana pikiran subjek menjadi sangat sugestif. Level trance hypnosis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hypnosis adalah somnambulism.

Oleh karena itu, apabila setelah induksi seorang klien belum mencapai kondisi somnambulism, hypnotist perlu melakukan deepening dengan teknik tertentu yang bisa membuat klien mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat tance hypnosis yang dialami klien, hypnotist bisa melakukan trance level test, atau bagi hypnotist yang berpengalaman cukup melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan klien.

5. Terapi Pikiran Dimulai

Banyak hypnotist pemula yang kurang memahami bahwa dalam menjalankan hypnotherapy, ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai. Sering kali ada hypnotist pemula yang karena sudah menguasai teknik induksi (membimbing orang mengalami trance hypnosis), maka dia merasa sudah menguasai seluruh ilmu hypnosis.

Misalkan komputer dengan OS Windows, teknik induksi hanyalah password. Orang yang mengetahui password dan berhasil membuka windows belum tentu memahami cara mengoperasikan atau membuat program komputer dengan benar, salah-salah malah bisa merusaknya. Begitu juga dengan hypnosis, orang yang baru bisa menghipnotis belum tentu bisa melakukan terapi untuk menyelesaikan masalah yang serius.

Dalam banyak kasus, memberi sugesti secara langsung (direct suggestion) memang sangat efektif dan sudah bisa membuat klien mengalami perubahan drastis. Namun apabila masalah yang dihadapi klien sebenarnya disebabkan oleh peristiwa traumatik di masa lalu, maka perlu dilakukan teknik khusus seperti age regression, time line therapy, hipnoanalisa, forgiveness therapy, chair therapy, atau teknik-teknik lainnya.

6. Terminasi / Mengakhiri Sesi Hypnotherapy

Inilah bagian yang kami suka. Karena begitu klien membuka mata, kami sering melihat senyum yang ceria dan mata berbinar. Itulah mengapa kami selalu ketagihan melakukan hypnotherapy. Membangunkan klien dari hypnosis adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan, lebih mudah daripada membangunkan remaja di hari minggu. Siapapun tidak perlu takut dihipnotis karena takut tidak bisa bangun. Sepanjang sejarah penggunaan hypnosis yang saya tahu, tidak satupun orang yang tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis.

Rabu, 16 Maret 2011

Jenis Hypnosis Menurut Manfaatnya


Banyak sekali manfaat hypnosis. Karena terlalu banyak dan sangat bervariasi, tidak seorangpun yang bisa secara pasti menyebutkan apa saja manfaat yang bisa diperoleh dari hypnosis. Hypnosis bisa berperan hampir di semua bidang kehidupan yang melibatkan pikiran manusia. Jenis-jenis hypnosis di bawah ini dibedakan bedasarkan bidang aplikasinya yang paling populer dalam dunia hypnosis.

1. HYPNOTHERAPY / CLINICAL HYPNOSIS

Hypnotherapy atau Clinical Hypnosis adalah aplikasi hypnosis dalam menyembuhkan gangguan mental dan meringankan gangguan fisik. Hypnosis telah terbukti secara medis bisa mengatasi berbagai macam gangguan psikologis maupun fisik. HYPNOSIS, tidak seperti cara pengobatan lain yang mengobati gejala (simptom) atau akibat yang muncul. Hynosis ber-urusan langsung dengan penyebab suatu masalah. Dengan menghilangkan penyebabnya maka secara otomatis akibat yang ditimbulkan akan lenyap atau tersembuhkan.

Kita ambil contoh kasus Psikosomatis. Jika seseorang menderita psikosomatis misalnya nyeri punggung yang tak kunjung sembuh, dia bisa saja menggunakan obat penahan rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit di punggungnya. Namun hilangnya rasa sakit itu hanya sementara, setelah pengaruh obatnya hilang dia akan merasa sakit lagi dan meminum obat lagi. Ini sama sekali bukan penyembuhan. Orang tidak akan benar-benar sembuh dengan cara itu. Obat hanya akan melemahkan kita karena hidup kita menjadi tergantung dengan obat itu. Dengan hypnosis, psikosomatis bisa sembuh permanen dalam waktu sangat singkat.

2. MEDICAL AND DENTAL HYPNOSIS

Yaitu penggunaan hypnosis untuk dunia medis, terutama oleh dokter ahli bedah dan dokter gigi dalam menciptakan efek anesthesia tanpa menggunakan obat bius. Teknik hypnosis yang digunakan untuk anestesi sudah digunakan oleh John Elliotson (1791 -1868). Elliotson adalah dokter yang pertama kali menggunakan mesmerisme (nama kuno dari hypnotism) untuk melakukan pembedahan tanpa rasa sakit. Catatan: pada masa itu belum ditemukan obat bius yang disuntikkan ataupun dihirup.

3. COMEDY HYPNOSIS

Comedy hypnosis adalah hypnosis yang digunakan untuk hiburan semata. Comedy Hypnosis juga sering disebut sebagai Stage Hypnosis. Dinamakan stage hypnosis atau hypnosis panggung karena pada awalnya hypnosis untuk hiburan hanya diperankan di atas panggung. Namun Comedy Hypnosis sekarang tidak terbatas dalam panggung. Di jalan, taman, mall, kampus atau dimana saja Anda bisa mempraktekkan Comedy Hypnosis.

Untuk mempelajari Comedy hypnosis sangat mudah. Anda hanya butuh waktu beberapa jam saja, dan sudah siap untuk terjun ke lapangan. Jika Anda pernah melihat acara stage hypnosis, mungkin Anda menjadi takut dengan hypnosis karena sepertinya seorang hipnotist bisa se-enaknya mengendalikan subjek (orang yang dihipnotis).

Sebenarnya tidak ada orang lain yang bisa mengendalikan Anda, kecuali Anda mengizinkan untuk dikendalikan. Semua subjek yang menjadi peserta stage hypnosis sudah mengizinkan dirinya untuk dihipnotis, dan secara tidak langsung dia juga mengizinkan dirinya untuk "dipermainkan" oleh hipnotist. Jika dirinya tidak mau ditertawakan, pastinya dia tidak bersedia dihipnotis. Seandainya Anda menolak untuk dihipnotis, maka sekuat apapun hypnotist berusaha, Anda tidak akan bisa terhipnotis.

4. FORENSIC HYPNOSIS

Dalam penyelidikan kepolisian, hypnosis bisa digunakan untuk menggali informasi dari saksi. Suatu kejadian traumatis seperti dalam kasus kejahatan yang menakutkan cenderung membuat pikiran bawah sadar menyembunyikan ingatan yang lengkap tentang kejadian tersebut agar tidak bisa diingat oleh pikiran sadar. Tujuan pikiran sadar menyembunyikan informasi itu sesungguhnya untuk kebaikan diri sendiri, karena apabila kejadian itu bisa diingat dalam kondisi sadar, maka rasa ketakutan akan sering muncul tanpa sebab. Dengan bantuan hypnosis, korban atau saksi bisa mengingat kembali dengan sangat jelas.

Hypnosis tidak bisa digunakan untuk mendapatkan pengakuan yang jujur dari pelaku kriminal. Pertama karena pelaku kejahatan pasti akan menolak untuk dihipnotis, dan kedua dalam kondisi hypnosis, seseorang tetap bisa berbohong. Hypnosis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dengan teknik regresi atau hypernesia, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang pernah dialaminya.

5. METAPHYSICAL HYPNOSIS

Metaphysical hypnosis adalah aplikasi hypnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik seperti Out of Body Travel, ESP, Clairvoyance, Clairaudience, Komunikasi dengan inner-self, meditasi, mengakses kekuatan superconscious mind dan eksperimen-eksperimen metafisika lainnya. Kebetulan kami kurang tertarik untuk mengembangkan Metaphysical Hypnosis.