Minggu, 16 Januari 2011

10 CARA DAHSYAT MEMBANGKITKAN MOTIVASI UNTUK BEKERJA

“Anda hanya perlu motivasi. Semua modal untuk sukses sudah ada dalam diri Anda”. Kalimat ini diucapkan oleh seorang pimpinan yang bijaksana dalam usahanya membangkitkan semangat dan gairah bawahannya. Pada praktiknya tidak mudah seorang pimpinan merangsang motivasi bawahannya.


Baik secara perseorangan maupun teamwork, motivasi adalah kunci dari kesuksesan. Ahli pengembangan diri Hj. Dewi Irawati, B.Sc. menyebutkan betapa pentingnya membangkitkan motivasi dalam sebuah tim kerja.
“Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu melakukan kegiatan tertentu demi mencapai tujuan. Misalnya keinginan untuk mendapat nilai A, memotivasi seseorang untuk belajar lebih giat,” ungkap Dewi.

Dijelaskan Dewi, manusia adalah makhluk yang memiliki keinginan. Keinginanan ini akan berakhir jika manusia tidak hidup lagi.
“Sebuah kebutuhan yang sudah tercapai tidak akan menjadi motivator lagi. Hanya kebutuhan yang belum tercapailah yang menjadi motivator seseorang,” kata Dewi.

Pada awalnya, banyak ahli berpendapat bahwa hanya uang yang memotivasi seseorang dalam bekerja. Fakta membuktikan lain, ternyata motivasi kerja tidak melulu tentang uang. “Motivasi dalam bekerja bisa berbeda antara satu individu dengan yang lainnya,” tutur Dewi.

Mengutip Alasdair White dari Managing of Performance, Dewi memberikan tips sepuluh cara membangkitkan motivasi bawahan agar bisa mencapai hasil kerja yang maksimal .

  1. Seorang pemimpin harus memiliki motivasi sebelum memotivasi orang lain. Ia tidak dapat memotivasi orang lain jika dia sendiri tak memilikinya. Sikap seorang pemimpin akan berpengaruh langsung terhadap sikap karyawan. Oleh karena itu, pemimpin harus mengendalikan suasana hati dan menunjukkan hanya sikap yang positif dan menghindarkan hal-hal yang bersifat negatif.
  2. Motivasi memerlukan tujuan. Anda harus mengetahui persis apa yang ingin dicapai. Dengan demikian, Anda akan termovasi.
  3. Motivasi terbagi dalam dua tahapan. Pertama, mengindentifikasi tujuan masing-masing individu dalam tim. Kedua, menunjukkan cara untuk mencapainya.
  4. Motivasi bisa berubah sewaktu-waktu. Melalui pertemuan, komunikasi yang baik dan dan jenis interaktif komunikatif lainnya, motivasi akan dapat dipertahankan secara konsisten.
  5. Motivasi membutuhkan penghargaan. Menurut psikolog, motivasi orang yang bekerja keras banyak hanya untuk mendapatkan pengakuan atau penghargaan di depan publik pada saat yang tepat.
  6. Partisipasi membangkitkan motivasi. Partisipasi atau keterlibatan dalam suatu kegiatan sangat motivatif. Setiap anggota akan termotivasi bila dilibatkan dalam kegiatan bersama.
  7. Kemajuan yang dicapai mampu menciptakan motivasi karena kemajuan tersebut bisa memberikan arti yang sangat besar bagi setiap individu. Besarnya kemajuan yang dicapai oleh tim dan kontribusi kita sebagai angggota merupakan hal yang membanggakan.
  8. Memenangkan persaingan. Persaingan akan membangkitkan motivasi bila semuaorang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menang. Apabila peluang tidak sama, yang termotivasi hanyalah mereka yang berada di atas, sedangkan yang di bawah dan tak memiliki peluang tidak akan termotivasi.
  9. Tiap individu memiliki potensi motivasi. Sebagai pemimpin, Anda harus mampu memunculkan potensi yang dimiliki orang yang Anda pimpin.
  10. Rasa memiliki akan membangkitkan motivasi. Orang akan termotivasi untuk membangun usaha timnya bila ia merasa menjadi bagian dari tim.

Rabu, 12 Januari 2011

Enam Perkara dalam Enam Perkara

Khalifah Umar bin Khatthab ra berkata:
Allah Ta’ala menyembunyikan enam perkara dalam enam perkara yang lain:
  1. Allah menyembunyikan keridhaan-Nya dalam ketaatan seseorang kepada-Nya.
  2. Allah menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan seorang hamba-Nya.
  3. Allah menyembunyikan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan.
  4. Allah menyembunyikan para wali di antara para manusia.
  5. Allah menyembunyikan kematian dalam umur.
  6. Allah menyembunyikan Ash-Shalatul Wustha (Shalat yang paling utama) dalam shalat lima waktu.

Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua.”(An-Nisa’: 36)
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berbakti kepada orangtua. Perintah berbakti senantiasa mengiringi perintah untuk tidak menyekutukan Allah. Hal ini memiliki arti betapa pentingnya berbakti kepada orang tua.
Berbakti kepada orangtua adalah dengan cara menaati perintah orangtua, mengedepankan kepentingan orangtua daripada kepentingan diri sendiri, serta berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk orangtua.
Adapun buah yang akan dipetik oleh anak yang berbakti kepada orangtuanya adalah sebagai berikut:
1. Doanya mustajab
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim dikisahkan ada tiga orang yang bermalam di sebuah gua. Tiba-tiba gua itu tersumbat oleh batu besar. Salah satu dari tiga orang itu adalah orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Maka orang itu dan Allah mengabulkan doanya, sehingga batu besar tersebut bergeser sehingga ketiganya bisa keluar dari gua dengan selamat.
2. Dosanya diampuni
Dalam sebuah hadits dikisahkan ada seseorang datang kepada Nabi Muhammad saw, orang itu berkata, “Aku telah melakukan dosa besar. Apakah dosaku bisa diampuni?” Rasulullah saw balik bertanya, “Apakah engkau masih punya ibu?’Orang itu menjawab, “Tidak.” Rasulullah bertanya lagi, ‘Apakah engkau masih punya bibi?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah bersabda, “Berbaktilah kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi)
Hadits tersebut menyatakan bahwa berbakti dengan orangtua dapat menyebabkan dosa terampuni.
3. Mendapat pahala berjihad di jalan Allah
Suatu ketika ada seorang datang kepada Nabi Muhammad saw meminta izin untuk berjihad. Beliau bertanya, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Berjihadlah pada mereka berdua.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)
4. Mendapatkan keberkahan umur dan rezeki
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan melimpah rezekinya, maka, berbaktilah kepada kedua orangtuanya dan menyambung tali silaturrahim.” (HR. Ahmad)
5. Masuk surga
Suatu ketika ada seorang yang bernama Jamihah datang menemui Nabi Muhammad sawJamihah berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang. Aku datang untuk bermusyawarah denganmu.” Rasulullah saw bertanya, “Apakah engkau masih punya ibu?” Jamihah menjawab, “Ya.” Rasulullah saw bersabda, “Jangan tinggalkan dia (ibumu). Sesungguhnya surga berada di telapak kakinya.” (HR. An-Nasa`i dan Ibnu Majah)
6. Memperoleh ridha Allah
Rasulullah saw bersabda,
“Keridhaan Allah terletak pada keridhaan orangtua, dan murka Allah terletak pada murka orangtua.” (At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)